Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Baju
lebaran, rencana mudik... Lengkaplah sudah. Di mobil, sudah ada beberapa koper,
kamera, laptop, dan beberapa buku koleksiku untuk dibaca di jalan, serta
kardus-kardus berisi kue, pokoknya semua yang perlu dibawa pergi mudik. Di
mobilku ada aku, adikku, papaku, mamaku, dan om-ku. Kami akan mudik ke Sragen.
Sambil mendengarkan musik, aku membaca salah satu buku koleksiku.
Hari ini masih pagi. Aku terpaksa
tidak bisa masuk sekolah hari ini. Di sekolah ada upacara. Tapi aku tidak
masuk. Tetapi, setidaknya masih bisa minta ijin dan menulis surat. Semua PR-ku
sudah selesai, kecuali PR mengarang Bahasa Indonesia. Aku mulai memikirkan alur
ceritanya.
Kami mampir sebentar di Mojokerto,
lalu melanjutkan perjalanan. Setelah perjalanan yang panjang, akhirnya kami
sampai juga di Sragen. Di sana sudah ada kerabat-kerabatku. Kami mulai menata
koper-koper di kamar belakang. Lalu om-ku mengajakku dan adikku untuk beli
kembang api. Om membelikan kembang api cukup banyak. Sepertinya seru! Aku tidak sabar menunggu
nanti malam.
Malamnya setelah berbuka dan shalat,
kembang api itu dinyalakan. Indah-indah semua. Tidak lupa, aku juga memotret
momen tersebut. Ah senangnya! Oh iya, aku baru ingat dengan tugasku! Tetapi
sekarang sudah malam. Aku memutuskan untuk tidur saja, setelah shalat tarawih.
Besok harus bangun pagi untuk sahur.
Hari ini adalah hari terakhir
berpuasa. Tidak terasa, ya! Sedangkan besok sudah lebaran. Aku menulis cerpenku
dan memasukkan fotonya pula. Cerpen itu kuberi judul “Mudik di Tiga Kota”.
Ketika aku selesai menulis cerpen ini, kami menyalakan kembang api lagi.
Asyiiik!!!
Seperti kemarin, kembang api itu
dinyalakan setelah bebuka dan shalat. Kali ini jenisnya berbeda, tetapi
beberapa jenisnya sama dengan yang kemarin. Aku memotret kejadian tersebut dan
menambahkannya dalam ceritaku ini. Besok, kami shalat ied, berpamitan, mampir ke Magetan, lalu lanjut ke
Mojokerto, dan menginap di sana selama beberapa hari.
Pagi ini aku, adikku, papaku, dan
mamaku shalat ied. Setelah shalat ied, kami bersiap pulang dan berpamitan. Kami
pulang, lalu mampir ke Magetan. Selanjutnya, kami ke Mojokerto. Kami sampai di
sana sewaktu sore menjelang malam, bisa dibilang senja. Aku, adikku Rachel,
kakak sepupuku Kak Jessica, dan adik sepupuku Stevan memainkan kembang api,
tetapi Kak Jessica dan aku membeli kembang api terlebih dahulu. Tapi kami tidak
bermain yang agak berbahaya, karena di sini orang dewasanya tidak terlalu
banyak dan halamannya tidak seluas Sragen. Tetapi kami sangat senang.
Kembali, aku menambahkan ceritanya
di laptop, menambahkan fotonya juga. Kak Jessica dan Viera yang baru datang
ikut melihat. Setelah itu, kami diajak makan malam. Selesai makan, aku, Kak
Jessica, dan Viera, bermain lagi sampai larut malam. Rencananya, besok sore
akan bersepeda dibonceng Kak Jessica. Biasanya, aku dan Viera bergantian
dibonceng Kak Jessica. Hari itu banyak yang memberi uang atau uang saku.
Punyaku terkumpul cukup banyak. Lalu, saudaraku yang lain juga datang.
Aku, Rachel, dan mamaku akan
menginap di sini sampai beberapa hari, sedangkan papaku harus pulang duluan. Di
sini berbeda degan di rumahku. Kalau di Malang kadang malas mandi karena
dingin. Kalau di sini, rasanya ingin mandi setiap saat! Hehehe... makanan di
sini enak-enak juga. Eyangku kan pintar masak! Biasanya kalau hari raya begini,
aku dan saudara-saudaraku suka makan kue-kue dan sari apel yang ada di meja
tamu. Kadang juga suka cerita hantu sampai merinding kalau ke kamar mandi. Tapi
seru, lho! Ini juga salah satu apa yang membuatku cinta bulan ramadhan. Iklan
khas di TV, terkantuk-kantuk saat sahur, waktu buka puasa, shalat tarawih yang
panjang, kembang api, mudik... wah, khas sekali!
Hari ini aku akan pulang ke Malang.
Aku sudah kangen rumahku. Aku juga kangen sekolah, teman-teman, kelas yang
ramai, dan hari biasaku di Malang, yang sebentar lagi terpenuhi karena aku akan
masuk sekolah lagi. Sekian ceritaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar